Tentang GAP , Istilah (Tidak) Baru Lagi

Mengikuti  Pertemuan Penanganan Keamanan Pangan Segar bagi Aparat dan Pelaku Usaha di Kota Serang yang diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Banten, pada tanggal 14 Mei 2012  penulis menemukan banyak istilah baru yang tidak baru lagi dalam bidang pertanian, yang seharusnya dimengerti dan dikuasai oleh para pelaku usaha dan aparat yang terkait.  Salah satu diantaranya ada istilah/singkatan GAP.

Good Agricultural Practices (GAP) adalah kegiatan pertanian yang baik, yang memperhatikan berbagai aspek seperti cara budidaya, penggunaan sumber daya, kelestarian lingkungan, kemanan hasil panen untuk dikonsumsi konsumen dan kesejahteraan pekerja pertanian.

Tujuan diterapkannya GAP adalah untuk meningkatkan daya saing produk hortikultura Indonesia di pasar domestik dan internasional yang ditunjukkan oleh peningkatan pangsa ekspor dan atau penurunan impor, tentunya dengan meningkatkan mutu produk  kita. Secara garis besar hal-hal yang mempengaruhi mutu produk (sayuran) ada dua, yaitu faktor perlakuan sebelum panen (pada saat budidaya) dan perlakuan setelah panen, hal inilah yang tercakup dalam GAP sehingga mutu (sayuran) dapat terjaga.

GAP memiliki standar untuk titik kendali bagi para petani yang melaksanakan pedoman ini. Standar ini ada 3 status, yaitu wajib (harus dilaksanakan), sangat dianjurkan (sangat dianjurkan untuk dilaksanakan dan apabila dilaksanakan akan mendapat nilai sesuai kriteria alternatif kepatuhan), anjuran (dianjurkan untuk dilaksanakan dan akan mendapat nilai kepatuhan yang lebih rendah daripada nilai sangat dianjurkan).

Petani yang telah melaksanakan GAP dapat mengajukan diri agar usaha tani  yang dilaksanakannya mendapat sertifikat dari lembaga pemerintah. Sertifikat Prima Tiga diberikan terhadap pelaksanaan usahatani bila produk yang dihasilkan aman dikonsumsi. Sertifikat Prima Dua diberikan terhadap pelaksanaan usaha tani bila produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan bermutu baik, sedangkan sertifikat Prima Satu diberikan terhadap pelaksanaan usaha tani di mana produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, bermutu baik serta cara produksinya ramah lingkungan.

Dalam era globalisasi dimana persaingan dalam kuantitas dan tuntutan pemenuhan kebutuhan pasar akan kualitas produk-produk pertanian serta membanjirnya  lalulintas produk-produk dari negara lain, sanggupkah petani hortikultura di Kabupaten Serang bertahan dan mulai memproses pelaksanaan sertifikasi ini?, tentu saja peran dari aparat pertanian khususnya di Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang sangat diharapkan sekali bagi kondisi ini.

Sebagaimana ditegaskan dalam Permentan 48/2009, tujuan Penerapan Pedoman Budidaya yang Baik (GAP) hortikultura ini adalah :

  • Meningkatkan     produksi dan  produktivitas,
  • Meningkatkan     mutu hasil termasuk  keamanan konsumsi,
  • Meningkatkan     efisiensi  produksi,
  • Meningkatkan     efisiensi penggunaan  sumberdaya alam,
  • Mempertahankan     kesuburan lahan,  kelestarian lingkungan dan sistem produksi yang     berkelanjutan,
  • Mendorong     petani dan kelompok tani  untuk memiliki sikap mental yang bertanggung     jawab terhadap produk yang  dihasilkan, kesehatan dan keamanan diri dan     lingkungan,
  • Meningkatkan     daya saing dan peluang  penerimaan produk oleh pasar (pasar ekspor dan     domestik).  Sebagai  Tujuan akhir adalah memberikan jaminan keamanan     terhadap konsumen serta  meningkatkan kesejahteraan petani pelaku usaha.

Dengan potensi pengembangan yang dimiliki, Kabupaten Serang yang telah menjadi sentra produksi horti di beberapa Kecamatan siap menyongsong perbaikan demi perbaikan. Selain berharap kepada Penyuluh dalam wadah BP2KP Kabupaten Serang sebagai aset penting ujung tombak antara informasi dan teknologi, pencapaian sukses harapan ini juga diletakkan pada banyak pihak yang saling bekerjasama dengan baik untuk mewujudkan Good Agricultural Practices ini. Semoga!.

Retno-Penyuluh, 24/05/2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s