Tinjauan P2BN dan Peranan Penyuluhan Pertanian

Penyuluh Pendamping Kec/Desa

Penyuluh Pendamping P2BN Kec/Desa

H.A Komar, Koordinator Jafung BP2KP

H.A. Komar, Penyuluh Pendamping P2BN Kabupaten
12 April 2012

Target surplus beras 10 juta ton per tahun yang dicanangkan Presiden SBY pada salah satu bagian pidato pengarahan kepada para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) di Istana Negara yang semula ditetapkan harus diraih pada 2015, dipercepat menjadi 2014. Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, pada tahun 2011 Kementrian Pertanian telah menetapkan target produksi padi sebesar 70,60 juta ton GKG. Sampai dengan tahun 2014 pertumbuhan produksi padi ditargetkan meningkat sebesar 5,22 % per tahun.

Presiden menekankan agar beras selalu tersedia dalam jumlah yang cukup dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Instruksi Presiden terkait target program ini adalah Inpres No. 5 Tahun 2011 tentang instruksi pencapaian surplus beras sebanyak 10 juta ton pada tahun 2014.

Menindaklanjuti ketetapan Presiden dan untuk mencapai target tersebut di atas maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian RI telah menyiapkan Road Map Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dengan 4 strategi pokok yang dijalankan secara simultan : (1) perluasan, optimalisasi pengelolaan lahan dan peningkatan indeks pertanaman; (2) peningkatan produktivitas (varietas unggul, pemupukan, pemupukan, pengendalian OPT dan pasca panen); (3) penganeka ragaman konsumsi pangan; serta (4) gerakan massal P2BN.

Instrumen yang digunakan untuk mencapai target tersebut  didukung oleh teknologi tepat guna,   pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan yang sudah ada, dan peningkatan indeks pertanaman, penggunaan varietas unggul, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (POPT) dan teknologi pasca panen. Rekayasa teknologi dan sosial dilakukan melalui Demplot, Dem-Area dan SL-PTT. Bersamaan dengan itu dilakukan diversifikasi pangan untuk menurunkan konsumsi beras. Salah satu langkah baru dari penganekaragaman konsumsi ini dengan mengubah program raskin menjadi pangkin (pangan untuk orang miskin). Maksudnya agar daerah-daerah yang punya tradisi makan sagu, ubi, jagung, dan lain-lain bisa dipenuhi pangannya dari sumber pangan lokal, tidak bergantung pada beras. Menteri Pertanian juga mengemukakan tentang perbaikan dan akurasi data. Seperangkat instruksi dan peraturan diterbitkan untuk mengawal P2BN ini.

Guna mengantisipasi berbagai tantangan dan permasalahan yang akan dihadapi dalam pelaksaanaan program surplus beras 10 juta ton terutama yang terkait dengan fenomena penyimpangan iklim dan segala kemungkinan akibat-akibatnya, Kementan membutuhkan dukungan dan komitmen yang kuat seluruh jajaran aparat mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota hingga aparat yang berhadapan langsung dengan para pelaku utama di tingkat desa. Instruksi Presiden SBY wajib dilaksanakan dari pusat sampai daerah, disertai reward and punishment.

Peranan Penyuluh Pertanian  di Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan baik yang ada di Kabupaten maupun Kecamatan,  secara  optimal menjadi suatu keharusan untuk mendukung pengawalan dan pendampingan program yang efektif hingga tercapainya sukses program P2BN.

Peranan yang dapat diambil seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomer : 45/Pementan/OT.140/8/2011 tentang Tata Hubungan Kerja Antar Kelembagaan Teknis, Penelitian dan Pengembangan, dan Penyuluhan Pertanian dalam Mendukung Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), antara lain :

  1.  Mendampingi/mengawal penerapan rekomendasi teknologi spesifik lokasi di lokasi P2BN tingkat Kabupaten;
  2. Melaksanakan penyuluhan melalui media elektronik/media cetak;
  3. Meningkatkan kapasitas dan kinerja penyuluh melalui pelatihan di BPP dalam rangka peningkatan produksi padi;
  4. Melaksanakan peningkatan produksi padi tingkat kecamatan sesuai dengan target dan rencana kerja yang ditetapkan;
  5. Menyebarluaskan informasi teknologi spesifik lokasi  yang direkomendasikan oleh peneliti pendamping kepada petani di sentra produksi padi;
  6. Melaksanakan sistem Latihan dan Kunjungan (LAKU) dalam rangka peningkatan kapasitas penyuluh dan petani;
  7. Melaksanakan Demplot, Dem-Area dan SL-PTT sebagai unit pembelajaran petani dalam rangka peningkatan produksi padi;
  8. Melaksanakan forum penyuluhan tingkat desa dan temu lapang antar penyuluh dan petani serta peneliti pendamping di tingkat kecamatan.

Hal-hal tersebut adalah sebagian kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam rangka mendukung sukses program P2BN sebagai bagian dari tugas penyelenggaraan penyuluhan pertanian di tingkat Kabupaten dan Kecamatan dalam wadah Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang.

Tidaklah berlebihan kiranya bila para penyelenggara penyuluhan memperhatikan dan mempelajari seluk beluk tentang P2BN ini untuk ikut mendukung program-program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya Petani. Semoga!

By : Retno-BP2KP Serang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s