Dinamika Lingkungan BP2KP Kabupaten Serang

This slideshow requires JavaScript.

Dinamika Lingkungan BP2KP Kabupaten Serang, adalah berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh BP2KP Kabupaten Serang dengan BP3K seluruh Kecamatan sebagai pelaksana kegiatan, penuh dengan semangat untuk meningkatkan kinerjanya didalam arahan dan bimbingan bapak Kepala Badan dan jajarannya.

Wangi Sedap Malam di Kabupaten Serang

wanginya sedap malamPetani bunga sekaligus Penyuluh THL-TBPP di Kecamatan Baros Kabupaten Serang, ibu Cucu berbagi ilmu dan pengalamannya dalam menggeluti usahatani bunga sedap malam. Khususnya teknis dan cara budidaya bertanam sedap malam sebagai berikut :

1. Perbanyakan umbi

Sedap malam dapat diperbanyak dengan cara vegetatif yaitu dengan menggunakan umbinya dengan cara sebagai berikut :

  • Tentukan rumpun induk yang telah berumur tua (>2 tahun), berumbi banyak, sehat dan produktif berbunga.
  • Bongkar rumpun induk tersebut dengan menggunakan alat bantu cangkul atau koret atau alat lainnya.
  • Buang seluruh daun-daunnya, bersihkan rumpun induk dari tanah dan akar-akarnya yang masih menempel.
  • Pisahkan umbi dari rumpun induk berdasarkan berat dan ukuran yang hampir seragam disatukan.
  • Kumpulkan/simpan rumpun di tempat yang teduh dan aman dalam wadah atau tampah secara merata.
  • Keringkan umbi dengan cara disimpan di tempat yang kering, atau diangin-anginkan sampai umbi-umbi tampak bertunas dan siap untuk ditanam.

Tujuan pengeringan umbi sampai bertunas adalah untuk mendapatkan pertumbuhan umbi bibit yang seragam dan merata. Kebutuhan umbi bibit per satuan luas lahan sangat tergantung pada sistem tanam dan jarak tanam. Pada sistem tanam 1 jenis tanaman dengan jarak tanaman 20 x 20 cm, kebutuhan umbi per hektar adalah 200.000 butir umbi bibit. Untuk tumpangsari dengan sayuran bisa diperhitungkan lagi.

2. Syarat Tumbuh

Tanaman Sedap Malam membutuhkan kondisi iklim yang cukup lembab (13 – 27 derajat celsius), curah hujan 1.900 – 2.500 mm/th dan penyinaran matahari penuh. Daerah paling ideal untuk pengembangan sedap malam adalah pada ketinggian 600 – 1.500 m dpl., dengan jenis tanah Andosol. Hal yang terpenting dalam pemilihan jenis tanah adalah: subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), aerasi dan drainase tanah baik serta derajat kemasaman tanahnya (pH) antara 5,0 – 5,7.

3. Penanaman

  • Pengolahan Tanah. Lahan, dapat dipilih lahan sawah bekas tanaman atau pada lahan kering/ tegalan yang cukup pengairannya, caranya : Olah tanah dengan cangkul, buang rumput-rumput liar, gemburkan, biarkan dikeringanginkan antara 15 sampai 30 hari. Olah lagi tanah sambil membuat bedengan-bedengan lebar 100 cm, tinggi 20 – 30 cm (panjang tergantung kondisi lahan), jarak parit antar bedengan 30 – 40 cm, buat saluran pemasukan dan pembuangan air. Tambahkan pupuk kandang yang telah matang (jadi) dengan dosis 10 – 20 ton/ha, aduk hingga tercampur rata dengan tanah, rapihkan bedengan hingga bibit siap tanam.
  • Penanaman. Penanaman sedap malam dapat dilakukan sepanjang musim, asalkan air tanahnya memadai. Namun waktu yang tepat sebaiknya disesuaikan, agar waktu panen jatuh pada hari-hari besar misalnya. Membuat lubang tanam dengan jarak 20 X 20 cm,Tanamkan 1 umbi ke dalam 1 lubang tanam posisi umbi diatur tegak dengan arah tunas menghadap ke atas. Berikan pupuk dasar berupa Urea sebanyak 6 kw/ha dengan cara dimasukkan ke dalam lubang di sisi kiri dan kanan atau dibuat larikan diantara barisan lubang tanam.Tutup lubang tanam yang telah diisi umbi dengan tanah setebal ± 7,5 cm, agar pupuk cepat larut dengan air tanah. Siram bedengan dengan air untuk menjaga kelembaban.

4.Pemeliharaan

Pemeliharaan dapat berupa :

  •  Pengairan/penyiraman : terutama pada fase awal tumbuhnya bibit (1 – 2 kali sehari) atau tergantung keadaan tanah , pada waktu pagi dan sore, saat suhu tanah tidak terlalu tinggi;
  • Penyulaman : bagi bibit yang tidak tumbuh atau busuk, paling tidak 5 – 15 hari setelah tanam, agar pertumbuhan bibit sulaman dapat seragam dengan bibit yang sudah tumbuh terlebih dahulu;
  • Penyiangan : untuk membuang rumput-rumput liar, 3 bulan setelah tanam atau tergantung keadaan pertumbuhan rumput; sebaiknya pada saat penyiangan juga dilakukan penggemburan tanah;
  • Pemupukan susulan : (6 bulan setelah tanam) dengan campuran 150 kg N + 100 kg P2O5 + 100 kg K2O , untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman sedap malam menjelang berbunga. Cara pemberian pupuk dapat dilakukan total sekaligus atau bertahap setiap bulannya. Untuk lahan kebun sedap malam seluas 1,0 ha selama masa pertanaman satu tahun dibutuhkan pupuk 300 kg N, 200 kg P2O5 dan 150 kg K2O untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman sedap malam menjelang berbunga. Cara pemberian pupuk dapat dilakukan total sekaligus atau bertahap setiap bulannya. Untuk lahan kebun sedap malam seluas 1,0 ha selama masa pertanaman satu tahun dibutuhkan pupuk 300 kg N, 200 kg P2O5 dan 150kg K2O.

Prospek yang bagus dari bertanam bunga sedap malam dan teknis yang mudah dipelajari, diharapkan bisa menjadikan bunga sedap malam sebagai alternatif usahatani di Kabupaten Serang, bahkan bisa menjadi komoditi unggulan spesifik lokasi bagi Kabupaten Serang atau bahkan Provinsi Banten. Semoga

Retno dan Cucu, Penyuluh

Tinjauan P2BN dan Peranan Penyuluhan Pertanian

Penyuluh Pendamping Kec/Desa

Penyuluh Pendamping P2BN Kec/Desa

H.A Komar, Koordinator Jafung BP2KP

H.A. Komar, Penyuluh Pendamping P2BN Kabupaten
12 April 2012

Target surplus beras 10 juta ton per tahun yang dicanangkan Presiden SBY pada salah satu bagian pidato pengarahan kepada para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) di Istana Negara yang semula ditetapkan harus diraih pada 2015, dipercepat menjadi 2014. Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, pada tahun 2011 Kementrian Pertanian telah menetapkan target produksi padi sebesar 70,60 juta ton GKG. Sampai dengan tahun 2014 pertumbuhan produksi padi ditargetkan meningkat sebesar 5,22 % per tahun.

Presiden menekankan agar beras selalu tersedia dalam jumlah yang cukup dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Instruksi Presiden terkait target program ini adalah Inpres No. 5 Tahun 2011 tentang instruksi pencapaian surplus beras sebanyak 10 juta ton pada tahun 2014.

Menindaklanjuti ketetapan Presiden dan untuk mencapai target tersebut di atas maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian RI telah menyiapkan Road Map Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dengan 4 strategi pokok yang dijalankan secara simultan : (1) perluasan, optimalisasi pengelolaan lahan dan peningkatan indeks pertanaman; (2) peningkatan produktivitas (varietas unggul, pemupukan, pemupukan, pengendalian OPT dan pasca panen); (3) penganeka ragaman konsumsi pangan; serta (4) gerakan massal P2BN.

Instrumen yang digunakan untuk mencapai target tersebut  didukung oleh teknologi tepat guna,   pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan yang sudah ada, dan peningkatan indeks pertanaman, penggunaan varietas unggul, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (POPT) dan teknologi pasca panen. Rekayasa teknologi dan sosial dilakukan melalui Demplot, Dem-Area dan SL-PTT. Bersamaan dengan itu dilakukan diversifikasi pangan untuk menurunkan konsumsi beras. Salah satu langkah baru dari penganekaragaman konsumsi ini dengan mengubah program raskin menjadi pangkin (pangan untuk orang miskin). Maksudnya agar daerah-daerah yang punya tradisi makan sagu, ubi, jagung, dan lain-lain bisa dipenuhi pangannya dari sumber pangan lokal, tidak bergantung pada beras. Menteri Pertanian juga mengemukakan tentang perbaikan dan akurasi data. Seperangkat instruksi dan peraturan diterbitkan untuk mengawal P2BN ini.

Guna mengantisipasi berbagai tantangan dan permasalahan yang akan dihadapi dalam pelaksaanaan program surplus beras 10 juta ton terutama yang terkait dengan fenomena penyimpangan iklim dan segala kemungkinan akibat-akibatnya, Kementan membutuhkan dukungan dan komitmen yang kuat seluruh jajaran aparat mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota hingga aparat yang berhadapan langsung dengan para pelaku utama di tingkat desa. Instruksi Presiden SBY wajib dilaksanakan dari pusat sampai daerah, disertai reward and punishment.

Peranan Penyuluh Pertanian  di Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan baik yang ada di Kabupaten maupun Kecamatan,  secara  optimal menjadi suatu keharusan untuk mendukung pengawalan dan pendampingan program yang efektif hingga tercapainya sukses program P2BN.

Peranan yang dapat diambil seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomer : 45/Pementan/OT.140/8/2011 tentang Tata Hubungan Kerja Antar Kelembagaan Teknis, Penelitian dan Pengembangan, dan Penyuluhan Pertanian dalam Mendukung Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), antara lain :

  1.  Mendampingi/mengawal penerapan rekomendasi teknologi spesifik lokasi di lokasi P2BN tingkat Kabupaten;
  2. Melaksanakan penyuluhan melalui media elektronik/media cetak;
  3. Meningkatkan kapasitas dan kinerja penyuluh melalui pelatihan di BPP dalam rangka peningkatan produksi padi;
  4. Melaksanakan peningkatan produksi padi tingkat kecamatan sesuai dengan target dan rencana kerja yang ditetapkan;
  5. Menyebarluaskan informasi teknologi spesifik lokasi  yang direkomendasikan oleh peneliti pendamping kepada petani di sentra produksi padi;
  6. Melaksanakan sistem Latihan dan Kunjungan (LAKU) dalam rangka peningkatan kapasitas penyuluh dan petani;
  7. Melaksanakan Demplot, Dem-Area dan SL-PTT sebagai unit pembelajaran petani dalam rangka peningkatan produksi padi;
  8. Melaksanakan forum penyuluhan tingkat desa dan temu lapang antar penyuluh dan petani serta peneliti pendamping di tingkat kecamatan.

Hal-hal tersebut adalah sebagian kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam rangka mendukung sukses program P2BN sebagai bagian dari tugas penyelenggaraan penyuluhan pertanian di tingkat Kabupaten dan Kecamatan dalam wadah Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang.

Tidaklah berlebihan kiranya bila para penyelenggara penyuluhan memperhatikan dan mempelajari seluk beluk tentang P2BN ini untuk ikut mendukung program-program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya Petani. Semoga!

By : Retno-BP2KP Serang

Kunjungan dan Dialog Wakil Menteri Pertanian RI bersama Bupati Serang di BP3K Cikeusal

hujan menyambut

hujan menyambutselamat datang

Dr.Rusman Heriawan

terimakasih

terimakasih

dialog Hujan deras,  saat kedatangan Wakil Menteri Pertanian RI didampingi Bupati Serang H.Taufik Nuriman di BP3K Cikeusal, “Hujan ini artinya berkah, jangan takut hujan, asal tidak banjir,” Semoga hujan hari ini bisa membawa berkah bagi kemajuan pertanian di Kabupaten Serang, sambut Dr. Rusman Heriawan, Wakil Menteri Pertanian, mengawali dialognya dengan petani dan penyuluh pada hari Sabtu, 10 Maret 2012 di halaman kantor BP3K Cikeusal. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan tentang “tantangan Pembangunan Pertanian yang semakin berat, mengingat adanya alih fungsi lahan dari sawah ke fungsi lain, tanpa intervensi Pemerintah maka akan dikepung dengan kepentingan-kepentingan jangka pendek yang lain, selanjutnya beliau mengemukakan juga tentang 4 Program Sukses Pembangunan Pertanian, ” yaitu :

 1. Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan untuk menghasilkan pangan, khususnya beras tanpa impor;

2. Mengurangi konsumsi beras/diversifikasi pangan, diperlukan kembali kearifan lokal sehingga tidak ada ketergantungan terhadap beras;

3. Membuat produk pertanian menjadi berkualitas, sehingga mempunyai nilai tambah, sebagai contoh agribisnis hortikultura, seperti bunga dan sayuran;

4. Mengarahkan pada kesejahteraan petani melalui pendekatan produksi, produktivitas dan menuju pada tingkat kesejahteraan.

“Untuk mendukung 4 sukses program pembangunan pertanian ini peranan Penyuluh sangat perlu ditingkatkan dibarengi dengan perhatian yang kuat dari pihak pemerintah daerah masing-masing baik Kabupaten dan Provinsi, sehingga tahun 2012 akan dicanangkan menjadi Tahun Kebangkitan Penyuluh”. Demikian harapan bapak Rusman Heriawan.

Dialog yang semakin menarik terus berlanjut  di ruangan gedung BP3K, mengingat hujan bertambah deras, meskipun demikian kearifan dan bersahajanya bapak Wakil Menteri dan bapak Bupati menjadi penyemangat bagi teman-teman Penyuluh untuk mengikuti acara dialog dengan sangat antusias. Dipimpin oleh Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, akhirnya setelah cukup puas mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan,menyimpulkan hasil dialog sebagai berikut :

  1. Pemerintah Pusat dalam waktu dekat akan menyediakan Soil Tester bagi kepentingan petani di Kabupaten Serang;
  2. Pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan petani dan penyuluh;
  3. Tidak ada kewajiban pengadaan 1 desa 1 Penyuluh, mengingat keterbatasan tenaga Penyuluh, maka diprioritaskan dulu bagi desa-desa yang potensial, khususnya di sektor Pertanian;
  4. Tenaga THL-TBPP yang ada sekarang, supaya bisa meningkatkan peran sertanya dan membantu peranan tenaga Penyuluh PNS yang terbatas;
  5. Tidak ada jaminan bahwa THL-TBPP akan menjadi PNS, tapi akan tetap diperhatikan keberadaannya;
  6. Kenaikan tunjangan bagi Penyuluh, baik dari tingkat Pusat, Provinsi maupun dari Kabupaten sangat diharapkan;
  7. Terpenuhinya tunjangan 12 bulan bagi THL-TBPP dengan sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten;
  8. Terealisasinya tunjangan fungsional penyuluh pertanian pada tahun yang akan datang (2013).

Demikianlah ringkasan dialog yang berlangsung dengan cukup menarik dan menghasilkan komitmen-komitmen yang dapat meningkatkan kinerja penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Kabupaten Serang.

        Pada kesempatan itu juga, dalam sambutannya Bupati Kabupaten Serang berharap agar “Kabupaten Serang tetap melanjutkan swasembada beras yang telah dicapai tahun kemarin walaupun kondisi iklim tidak menentu, adanya kendala alih fungsi lahan pertanian serta fungsi air”. Beliau mengajak semua pihak khususnya penyuluh pertanian untuk meningkatkan kinerjanya untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan.

Diantara tamu yang hadir yaitu tampak Perwakilan Bank Dunia Mr. Fabrizio Bresciani sebagai Task Team Leader Program FEATI; Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr.lr. Momon Rusmono, MS; Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, perwakilan dari akademisi, perwakilan dari Komisi Penyuluhan, perwakilan dari segenap Asosiasi Pertanian yang ada di Kabupaten Serang, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) baik Penyuluh PNS, THL-TBPP maupun Penyuluh Swadaya, Kontak Tani, Gabungan Kelompok Tani dan Kelompok Tani.

Pada kesempatan yang baik ini, Mr. Fabrizio Bresciani juga menyatakan rasa senang dan bahagia bisa berkunjung ke BP3K Cikeusal, apalagi disambut dengan guyuran hujan yang menambah rasa sejuk, beliau berpesan tentang “perlunya penyampaian  teknologi dan informasi ke petani yang lebih efektif, dengan  didampingi oleh penyuluh, sehingga dampak yang diharapkan dari suatu program dapat tercapai”.

Kemeriahan acara hari itu juga berkat peran serta dan partisipasi dari berbagai instansi dan swasta yang membuka stand-stand dengan menampilkan produk-produk unggulannya antara lain : stand dari BPTP, BP3K Petir, Pontang, Cikeusal, Bandung, Carenang, Tirtayasa, Tanara, GunungSari, Ciruas, Baros dan perusahaan Bayer.

Acara yang membawa angin segar bagi para Penyuluh dan petani itu diakhiri dengan jamuan makan siang bersama yang cukup akrab, dan diakhiri dengan kunjungan ke stand-stand pameran.

Semoga kunjungan dan dialog dengan bapak wakil Menteri Pertanian RI bersama bapak Bupati Serang menambah semangat dan kinerja para Penyuluh, terima kasih kepada bapak Rusman Heriawan dan bapak H.Taufik Nuriman beserta jajarannya, semoga hari itu menjadi awal bagi suksesnya penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Kabupaten Serang pada khususnya dan bagi pembangunan pertanian di Indonesia pada umumnya.

Pada kesempatan terakhir, setelah acara ditutup ternyata bapak Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, masih berkenan memberikan kesempatan dan waktu kepada para Penyuluh untuk berdialog dari hati ke hati di tenda halaman BP3K Cikeusal dalam suasana hangat dan penuh keakraban, terimakasih pak Momon, atas perhatian dan pengertian yang mendalam kepada kami. Semoga, dialog ini dapat menjadi motivasi yang besar untuk meningkatkan kinerja kita. Amin.

Demikianlah kunjungan dari Wakil Menteri Pertanian RI hari itu ditutup dengan penuh keceriaan dan kegembiraan semua pihak, khususnya oleh tuan rumah dari BP3K Cikeusal. Selamat dan Sukses.

By: Retno-Serang