Pengertian2 dalam PERMENTAN No.35/Permentan/OT.140/7/2009

Permentan ini tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya.

Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Pertanian,

pengelola kepegawaian, tim penilai, pejabat penetap angka kredit dan para

pemangku kepentingan, dalam melaksanakan semua ketentuan yang

berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang

penyuluhan pertanian, sehingga pengembangan karier Penyuluh Pertanian

dapat dilaksanakan dengan baik.

Bagi Penyuluh Pertanian, khususnya di Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang perlu sekali memahami bab-bab dalam Petunjuk Teknis ini.

Dalam bab tentang Pengertian-pengertian dijabarkan dengan jelas definisi per kata yang dipakai dalam petunjuk teknis sebagai berikut :

PENGERTIAN-PENGERTIAN

Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :

1. Penyuluh Pertanian adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup,

tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan penyuluhan

pertanian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang

diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang.

2. Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta

pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan

dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber

daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,

pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam

pelestarian fungsi lingkungan hidup.

3. Penyuluh Pertanian Terampil adalah Penyuluh Pertanian yang mempunyai

kualifikasi teknis atau penunjang profesional yang pelaksanaan tugas dan

fungsinya mensyaratkan penguasaan pengetahuan teknis di bidang penyuluhan

pertanian.

4. Penyuluh Pertanian Ahli adalah Penyuluh Pertanian yang mempunyai kualifikasi

profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan

pengetahuan, metodologi, dan teknis analisis di bidang penyuluhan pertanian.

5. DUPAK adalah Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit yang harus diisi oleh

pejabat fungsional Penyuluh Pertanian dan diketahui oleh pejabat pengusul.

6. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai

butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional Penyuluh

Pertanian dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan.

7. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan

angka kredit Penyuluh Pertanian.

8. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan

angka kredit Penyuluh Pertanian.

9. Tim Penilai Pusat adalah Tim yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal

Departemen Pertanian untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen

Pertanian dan pejabat Eselon II yang membidangi penyuluhan dalam

menetapkan PAK bagi Penyuluh Pertanian Pusat/Daerah pada jenjang jabatan

tertentu.

10. Tim Penilai Provinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Sekretaris Daerah Provinsi

untuk membantu Sekretaris Daerah Provinsi dalam menetapkan PAK bagi

Penyuluh Pertanian Daerah Provinsi.

11. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Sekretaris Daerah

Kabupaten/Kota untuk membantu Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota dalam

menetapkan PAK bagi Penyuluh Pertanian Daerah Kabupaten/Kota.

3

12. Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim

Penilai Pusat, Tim Penilai Provinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota sesuai

tingkatannya dalam melakukan penilaian angka kredit Penyuluh Pertanian.

13. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di bidang penyuluhan pertanian adalah

pendidikan dan pelatihan fungsional yang diberikan kepada penyuluh pertanian

guna pelaksanaan tugas Penyuluh Pertanian.

14. Pendidikan formal di bidang non pertanian, angka kreditnya diperhitungkan

sebagai unsur penunjang penyuluhan pertanian

15. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) di bidang pertanian

adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Pertanian

setelah lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional.

16. Programa Penyuluhan Pertanian adalah rencana tertulis yang disusun secara

sistematis untuk memberikan arah dan pedoman pelaksanaan penyuluhan serta

sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan pertanian.

17. Rencana Kerja Penyuluh Pertanian adalah jadwal kegiatan yang disusun oleh

Penyuluh Pertanian Terampil dan Penyuluh Pertanian Ahli berdasarkan

programa penyuluhan pertanian setempat, yang mencantumkan hal-hal yang

perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan pelaku utama dan pelaku usaha

pertanian.

18. Materi Penyuluhan Pertanian adalah bahan dan alat bantu penyuluhan yang

disusun oleh Penyuluh Pertanian dalam rangka pelaksanaan penyuluhan

pertanian.

19. Kartu Kilat (Flash Cards) adalah sejumlah kartu lepasan yang berisikan gambar,

foto atau ilustrasi yang disajikan satu per satu menurut urutannya.

20. Bahan Tayangan (transparansi dan powerpoint) adalah materi penyuluhan

berupa lembaran yang digunakan pada OHP/LCD Projector, berisi tentang

informasi di bidang pertanian yang dibuat secara manual atau menggunakan

komputer.

21. Seri Photo adalah materi penyuluhan pertanian berupa rangkaian photo-photo

yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu cerita/proses kegiatan di

bidang pertanian.

22. Folder adalah lembaran kertas lepas yang dilipat dua/tiga lipatan yang berisi

pesan penyuluhan pertanian dalam bentuk tulisan dan gambar (foto/ilustrasi)

23. Leaflet/Liptan lembaran kertas lepas yang tidak dilipat dua/tiga lipatan yang

berisi pesan penyuluhan pertanian dalam bentuk tulisan dan gambar

(foto/ilustrasi).

24. Selebaran adalah sehelai kertas yang bisa dilipat, bergambar dengan kata-kata

atau tidak bergambar yang mengandung pesan-pesan pembangunan pertanian.

25. Poster adalah lembaran kertas yang berisikan pesan penyuluhan pertanian

dalam bentuk gambar dan tulisan sebagai salah satu media yang populer dan

berguna untuk komunikasi visual, dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat

pesannya, dan dapat dengan mudah dibaca dan dilihat.

26. Flip Chart/Peta Singkap adalah lembaran-lembaran kertas yang berisi gambar

dan tulisan yang disusun secara berurutan, bagian atasnya disatukan dengan

spiral sehingga mudah disingkap.

4

27. Brosur/Bukleet adalah buku dengan jumlah 8 – 20 halaman yang berisi uraian

tentang suatu topik gagasan atau konsep pembangunan pertanian, yang

disajikan dalam bentuk tulisan yang dilengkapi gambar, foto, tabel dan ilustrasi

lainnya.

28. Naskah Radio/TV/Seni Budaya/Pertunjukan adalah materi penyuluhan pertanian

berupa suatu tulisan/naskah/skenario yang akan dibacakan/diperagakan/

tayangkan dalam siaran radio/TV/Seni Budaya/pertunjukan.

29. Sound Slide adalah seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide materi

penyuluhan pertanian yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau

kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/teks dalam

rekaman, yang pembuataannya diprogram dengan komputer, dan diputar

melalui beberapa

slide projector.

30. Film/Video/VCD/DVD adalah rangkaian cerita yang berisi materi penyuluhan

pertanian dibuat dalam pita film dan diputar dengan proyektor film, atau pada

pita video catridge yang diputar pada video player/VCD/DVD player.

31. Pameran adalah kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model,

contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup dan sebagainya

secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi.

32.

Website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs yang biasanya terangkum

dalam

domain atau sub domain yang terdapat dalam world wide web (www) di

internet

.

33. Kunjungan tatap muka/anjangsana pada petani/kelompoktani/massal adalah

metode penyuluhan pertanian langsung dengan mendatangi usahatani

petani/kelompoktani/masyarakat pertanian dalam membantu mengidentifikasi

dan atau pemecahan permasalahan usahatani serta sosialisasi program

pembangunan pertanian.

34. Uji coba lapang paket teknologi spesifikasi lokasi (kaji terap) adalah percobaan

teknologi pertanian yang dilaksanakan oleh petani, sebagai tindak lanjut dari

hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran, teknologi hasil galian petani atau

dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang

sesuai dengan kebutuhan/lokasi petani.

35. Pengkajian/pengujian teknologi anjuran adalah kegiatan pengembangan

penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi

hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan.

36. Demonstrasi cara adalah kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang

cara penerapan teknologi pertanian yang telah terbukti menguntungkan bagi

petani.

37. Demonstrasi hasil adalah kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang

hasil penerapan teknologi pertanian yang telah terbukti menguntungkan bagi

petani atau teknologi lainnya yang sudah spesifik lokasi.

38. Demonstrasi Plot yaitu demonstrasi yang dilaksanakan oleh perorangan.

39. Demonstrasi Farm yaitu demonstrasi yang dilaksanakan oleh kelompoktani.

40. Demonstrasi Area yaitu demonstrasi yang dilaksanakan oleh gabungan

kelompoktani.

41. Temu Lapang adalah kegiatan pertemuan antara peneliti, penyuluh dan para

petani untuk saling tukar menukar teknologi/informasi sehingga didapatkan

teknologi yang akan dikembangkan sesuai potensi wilayah.

5

42. Temu Teknis antar Wilayah/fungsi disebut juga Temu Tugas adalah kegiatan

pertemuan berkala antar Penyuluh Pertanian, atau antara Penyuluh Pertanian,

peneliti dan aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan

kepada petani dalam mengembangkan usahataninya.

43. Temu wicara adalah kegiatan pertemuan antara petani dengan pemerintah,

untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam

pembangunan pertanian, serta partisipasi dan peran serta petani dalam

pembangunan pertanian.

44. Temu Karya adalah kegiatan pertemuan antar petani, untuk bertukar pikiran dan

pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan

untuk diterapkan oleh petani.

45. Temu Usaha adalah kegiatan pertemuan antar petani dengan pengusaha

dibidang pertanian dalam rangka promosi, transaksi, perluasan pasar dan

kemitraan.

46. Widya Wisata adalah kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh

kelompoktani dan penyuluh pertanian untuk belajar dengan melihat suatu

penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya.

47. Widya karya/karya wisata adalah kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan

oleh kelompoktani dan penyuluh pertanian untuk mempraktekkan hasil suatu

pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju.

48. Mimbar Sarasehan adalah kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara

kelompoktani dengan pihak pemerintah/Pemerintah Daerah yang

diselenggarakan secara periodik dan berkesinambungan untuk membicarakan,

memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan

pembangunan pertanian.

49. Kursus Tani adalah kegiatan proses belajar mengajar yang khusus

diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara

sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu.

50. Sekolah Lapangan adalah kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi

aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan

diantara anggota kelompoktani sendiri, serta mengambil keputusan bersama

bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan

pengalaman pada usahataninya yang dipandu oleh petani sendiri dan Penyuluh

Pertanian.

51. Kaji tindak adalah pengkajian masalah penyuluhan pertanian dengan melakukan

kegiatan identifikasi masalah, penyusunan rencana kegiatan, serta

melaksanakan tindak lanjut pemecahan masalahnya.

52. Perlombaan adalah kegiatan lomba usahatani untuk menumbuhkan persaingan

diantara para petani/kelompoktani dalam mengejar suatu prestasi yang

diinginkan.

53. Pengembangan Profesi adalah kegiatan pengembangan diri Penyuluh Pertanian

melalui pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan peningkatan

mutu dan profesionalisme Penyuluh Pertanian agar menghasilkan karya yang

bermanfaat bagi pembangunan pertanian.

54. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan

Penyuluh Pertanian untuk menumbuhkan, mengarahkan dan mengembangkan

kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi

secara mandiri.

6

55. Karya Tulis Ilmiah adalah tulisan pokok pikiran, pengembangan dan hasil

kajian/penelitian yang disusun oleh perorangan atau kelompok, yang membahas

suatu pokok bahasan ilmiah dengan menuangkan gagasan tertentu melalui

identifikasi, tinjauan pustaka, diskripsi, analisis permasalahan, kesimpulan dan

saran-saran pemecahannya.

56. Karya Tulis/Karya Ilmiah Hasil Pengkajian adalah tulisan hasil kajian/penelitian

atau pengembangannya yang disusun oleh perorangan atau kelompok, yang

membahas suatu pokok bahasan ilmiah dengan menuangkan gagasan tertentu

melalui identifikasi, tinjauan pustaka, diskripsi, analisis permasalahan,

kesimpulan dan saran-saran pemecahannya.

57. Karya Tulis/Karya Ilmiah Hasil Gagasan Sendiri adalah tulisan hasil pokok

pikiran, yang disusun oleh perorangan atau kelompok, yang membahas suatu

pokok bahasan ilmiah dengan menuangkan gagasan tertentu melalui identifikasi,

tinjauan pustaka, diskripsi, analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran

pemecahannya.

58. Karya Tulis Ilmiah Populer adalah tulisan hasil penelitian/pengembangan/ pokok

yang ditulis secara padat, dengan kalimat yang mudah dimengerti, dipahami,

menarik untuk dibaca dan umumnya untuk konsumsi masyarakat umum.

59. ISSN singkatan dari

International Standart Serial Number (karya tulis ilmiah yang

di muat dalam terbitan yang berseri dan dipublikasikan dalam majalah, bulettin,

journal, tabloid, dll).

60. ISBN singkatan dari

International Standart Book Number (karya tulis ilmiah yang

di muat dalam bentuk buku tidak berseri dan dipublikasikan).

61. Tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri (makalah) adalah suatu karya

tulis yang disusun oleh seseorang atau kelompok yang membahas suatu pokok

persoalan berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-obyektif dibidang

pertanian.

62. Pertemuan Ilmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu

masalah yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

63. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah

diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa

menghilangkan atau merubah gagasan asli.

64. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang

dialihbahasakan.

65. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide

tentang rancangan penulisan karya tulis ilmiah, pembuat pokok-pokok tulisan,

pembuat outline, penyusunan konsep serta pembuatan konsep akhir dari tulisan

tersebut.

66. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis

utama dalam hal mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data, serta

menyempurnakan konsep.

67. Konsultasi di bidang pertanian adalah kegiatan memberikan saran, pendapat,

dan rekomendasi di bidang pertanian kepada institusi atau perorangan yang

hasilnya dalam bentuk tulisan bersifat konsep.

68. Seminar adalah pertemuan ilmiah untuk membahas/memecahkan masalah

tertentu di bidang pembangunan pertanian guna memperoleh kesimpulan.

69. Lokakarya adalah pertemuan untuk membahas masalah di bidang

pembangunan pertanian guna memperoleh hasil yang perlu ditindak lanjuti.

70. Tanda Jasa/Penghargaan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh

Pemerintah dan Pemerintah Daerah, Negara Asing atau organisasi ilmiah

nasional/regional/internasional yang diakui oleh masyarakat ilmiah.

71. Penyuluh Pertanian Teladan adalah tanda kehormatan yang diberikan kepada

penyuluh pertanian oleh pemerintah dan pemerintah daerah atas prestasi kerja

di bidang penyuluhan pertanian yang diperoleh melalui proses seleksi (penilaian)

dari setiap tingkatan pemerintahan yang diselenggarakan oleh lembaga

penyuluhan pertanian pemerintah.

72. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya

didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang pertanian dan etika profesi

di bidang penyuluhan pertanian.

Bagaimana setelah menyimak dan mempelajari pengertian2 dalam juknis tersebut?. Semoga kita lebih produktif dan profesional dalam berkarier.

Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian PNS tahun 2013

Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian PNS tahun 2013

16 April, 2013 – 10:35 — admin

Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Nomor : 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Menteri Pertanian memberikan mandat kepada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk melaksanakan sertifikasi profesi Penyuluh Pertanian PNS.

Sertifikasi profesi Penyuluh Pertanian PNS tahun 2013 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Kuota Penyuluh Pertanian PNS calon peserta sertifikasi profesi secara nasional sebanyak 750 orang (lampiran 1). Untuk masing-masing provinsi dialokasikan secara proporsional sesuai dengan jumlah Penyuluh Pertanian yang ada, dan ditambah peserta cadangan sebesar 10% dari kuota yang telah ditetapkan (lampiran 2);

2. Nama-nama calon peserta sertifikasi profesi yang diusulkan oleh Provinsi paling lambat diterima LSPP-1 PP PNS satu bulan setelah surat ini diterima;

3. Sertifikasi profesi akan dilakukan dalam satu kesatuan proses, mulai dari Konsultasi Pra Asesmen (KPA) selama 3 hari dan Uji Kompetensi (Asesmen) selama 5 hari yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) sesuai jadwal yang ditetapkan oleh LSPP-1 PP PNS (lampiran 3).

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengharapkan kerjasama Saudara untuk menyeleksi serta menetapkan Penyuluh Pertanian PNS yang akan mengikuti sertifikasi profesi dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Kepala Instansi/Kelembagaan yang menangani penyuluhan pertanian di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan bersama-sama menyeleksi dan menetapkan Penyuluh Pertanian PNS calon peserta sertifikasi profesi sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan;

2. Persyaratan peserta sertifikasi profesi Penyuluh Pertanian PNS sesuai dengan ketentuan yang berlaku (lampiran 4);

3. Mengirim daftar nama calon peserta sertifikasi profesi (lampiran 5) berikut dokumen administrasinya (lampiran 4 butir 2.1e) kepada LSPP-1 PP PNS dengan alamat :

PUSAT PENDIDIKAN, STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PROFESI PERTANIAN,

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

GD. D LANTAI 5, JL. HARSONO RM. NO. 3

RAGUNAN – JAKARTA SELATAN

TELP / FAX: 021 – 782 7541

4. Penyuluh Pertanian yang memenuhi persyaratan administrasi, akan dipanggil untuk mengikuti sertifikasi profesi. Selanjutnya calon peserta wajib melengkapi Form.APL-01 dan Form. APL-02 (lampiran 6 dan 7) untuk dikirim ke TUK yang ditetapkan oleh LSPP-1 PP PNS. Sedangkan barang bukti kegiatan penyuluhan pertanian yang pernah dilakukan selama 2 (dua) tahun terakhir, dibawa oleh calon peserta pada saat KPA (lampiran 8);

5. Selama mengikuti sertifikasi profesi Penyuluh Pertanian PNS, calon peserta akan difasilitasi akomodasi, konsumsi dan bantuan biaya transport oleh Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian;

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih

Sumber : http://cybex.deptan.go.id/kebijakan/sertifikasi-profesi-penyuluh-pertanian-pns-tahun-2013
Catatan : Lampiran dapat dilihat langsung dari sumber

Halaman Organik Vertikultur di BP2KP Kabupaten Serang

IMG_2726IMG_2724IMG_2721IMG_2720IMG_2718Pemandangan tidak biasa dapat kita saksikan di halaman kantor Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang dengan hadirnya tanaman sayur-sayuran yang ditata sedemikian rupa, dengan teknik Vertikultur, ditanam secara organik tentunya.
Vertikultur adalah menanam secara berundak, vertikal. Ini lebih menghemat tanah, area, dan juga artistik. Famorganik.com menjelaskan dalam websitenya, bahwa, bertanam secara organik merupakan suatu sistem & proses yang mengedepankan kesehatan tanah. Di tanah yang sehat akan tumbuh tanaman sehat. Agar tanah sehat, bahan berbahaya seperti pupuk kimia, pestisida kimia, aditif kimia tidak boleh digunakan. Bertanam secara organik utamanya untuk mendapatkan sayuran sehat dan subur alami. Halaman Organik membentuk keluarga sehat dan lingkungan sehat.Membuat sendiri halaman organik memberikan banyak keuntungan seperti :

MUDAH
• Tidak perlu pengetahuan khusus mengenai pertanian maupun organik. Layaknya belajar sesuatu yang baru, pengetahuan kita akan bertambah seiring berjalannya waktu.

SUSTAINED
• Di Halaman Organik hampir selalu ada orang, tidak perlu repot mencari tenaga atau menjadwal tenaga
• Panen seperlunya sehingga sayuran akan selalu tersedia seiring dengan tumbuhnya tanaman

MAKANAN SEHAT DAN SEGAR
• 100% kontrol residu di tangan kita karena kita sendiri yang memastikan bahwa halaman organik kita tidak menggunakan pupuk kimia (urea, NPK dsb) maupun pestisida kimia sama sekali. Penyiraman tidak menggunakan air selokan. Pencucian hasil panen selalu menggunakan air bersih. Menghindari pemakaian bahan beracun.
• Sayuran tersedia di rumah dalam keadaan segar dan tumbuh, tidak perlu disimpan di lemari es

EKONOMIS & PRAKTIS
• Menghemat budget dapur terlebih harga sayuran organik relatif masih mahal
• Menghemat waktu belanja sayuran organik di supermarket
• Dapat menentukan sendiri sayuran yang ditanam, yaitu sayuran yang memang disukai anggota keluarga. Termasuk jika ingin mencoba jenis sayuran baru.

ESTETIS
• Kombinasi sayuran, herbal dan tanaman hias memberikan keindahan tersendiri
• Tehnik rotasi tanaman membuat pemandangan halaman organik selalu terbarui dan segar

PEDULI LINGKUNGAN
• Halaman hijau tidaklah cukup jika masih menggunakan racun bagi tanah, tanaman dan manusia
• Menyehatkan tanah dan meningkatkan konservasi air tanah
• Memberikan lingkungan udara yang bersih dan sehat
• Mengurangi produksi sampah dengan memanfaatkan sampah organik dan non-organik untuk keperluan Halaman Organik.

BP2KP diharapkan dapat menjadi contoh bahkan pelopor dalam memasyarakatkan Halaman Organik Vertikultur, dengan ragam tanaman antara lain, kangkung, sawi, tomat, cabe, terong, pokcay, semua sayur-sayuran favorit keluarga. Punya halaman dan kegiatan berkebun mungkin salah satu impian. tapi, seringkali keinginan tersebut terhambat karena hidup di gang dengan lahan yang sempit. Kini ada solusi untuk mengatasi hambatan itu, namanya vertikultur.
Kita dapat belajar dan mengambil contoh di Halaman Organik Vertikultur BP2KP Kabupaten Serang, silakan.