TUPOKSI Penyuluh Pertanian, Pahamkah?

TUPOKSI (Tugas, Pokok dan Fungsi) Penyuluh Pertanian adalah menyuluh, selanjutnya dalam menyuluh dapat dibagi dalam menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan penyuluhan.

Penyuluh dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya (menyuluh) tidak akan dapat melaksanakan dengan baik bila tidak bisa melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik sebagai Penyuluh. Fungsi bisa diartikan sebagai peranan.

Menurut beberapa literatur, peranan Penyuluh Pertanian selain menyuluh/memberikan inovasi, antara lain (Modul Diklat Fungsional, Tupoksi Penyuluhan Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian, Departemen Pertanian, 2010) :

1. Penyuluh sebagai Inisiator, yang senantiasa memberikan gagasan/ide-ide baru;

2. Penyuluh sebagai fasilitator, yang senantiasa memberikan jalan keluar/kemudahan-kemudahan, baik dalam menyuluh/proses belajar-mengajar, maupun fasilitas dalam memajukan usahataninya. Dalam hal menyuluh, Penyuluh memfasilitasi dalam hal : kemitraan usaha, berakses ke pasar, permodalan dan sebagainya;

3. Penyuluh sebagai motivator, penyuluh senantiasa membuat petani tahu, mau dan mampu;

4. Penyuluh sebagai penghubung, dalam hal ini

a. Penghubung dengan Pemerintah, Penyuluh sebagai penyampai aspirasi masyarakat tani (sebagai contoh dalam bentuk Programa Penyuluhan Pertanian), Penyuluh sebagai penyampai kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang menyangkut Pembangunan Pertanian;

b. Penghubung dengan Peneliti, dalam hal ini Penyuluh senantiasa membawa inovasi baru hasil-hasil penelitian untuk dapat memajukan usahatani;

5. Penyuluh sebagai guru, pembimbing petani, yang senantiasa mengajar, melatih petani menjadi orang dewasa;

6. Penyuluh sebagai organisator dan dinamisator, yang selalu menumbuhkan dan mengembangkan kelompok tani, agar mampu berfungsi sebagai kelas belajar-mengajar, wahana kerjasama dan sebagai unit produksi;

7. Penyuluh sebagai penganalisa, penyuluh dituntut untuk mampu menganalisa masalah, sebab yang ada di usaha tani dan di keluarga tani mampu menganalisa kebutuhan petani yang selanjutnya merupakan masukan dalam pembuatan programa penyuluhan pertanian;

8. Penyuluh sebagai agen perubahan, penyuluh senantiasa harus dapat mempengaruhi sasarannya agar dapat merubah dirinya ke arah kemajuan. Dalam hal ini Penyuluh berperan sebagai katalis, pembantu memecahkan masalah (solution gives) , pembantu proses (process helper), dan sebagai sumber penghubung (resources linker).

Masih banyak lagi fungsi/peran Penyuluh Pertanian dalam beberapa literatur, sudahkah kita memahami yang sedikit ini?.

Perkembangan Penyuluhan di Indonesia mengalami banyak kemajuan, sesuai dengan tuntutan masyarakat tani, dalam rangka pencapaian tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.Penyuluhan tidak hanya diartikan sebagai “transfer teknologi” lagi, karena kebutuhan petani tidak hanya soal lahan usaha tani saja, masyarakat tanipun tidak bisa lagi dianggap sebagai orang-orang yang tidak berkemampuan, mereka juga mungkin orang-orang yang berpengalaman yang perlu diakui keberadaannya.

Untuk itu barangkali, sesekali kita perlu  merenungkan kembali makna Tupoksi diri kita, sehingga mendapatkan pencerahan kembali untuk memangku tugas sebagai Penyuluh Pertanian, semoga.

by:Retno-Serang

About these ads

2 responses to “TUPOKSI Penyuluh Pertanian, Pahamkah?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s